Dipublikasikan: 15 May 2025
Dalam satu tahun Hijriah terdapat 12 bulan, masing-masing terdiri dari 29 atau 30 hari tergantung pada peredaran bulan. Total hari dalam satu tahun Hijriah adalah sekitar 354 atau 355 hari, lebih pendek dari kalender Masehi yang memiliki 365 atau 366 hari.
Berikut adalah urutan bulan dalam kalender Hijriah beserta penjelasan singkatnya:
1. Muharram (المحرّم)
Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk dalam bulan-bulan suci (Al-Ashhurul Hurum). Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan puasa sunah, terutama puasa Tasu’a dan Asyura pada tanggal 9 dan 10 Muharram.
2. Safar (صفر)
Safar merupakan bulan kedua. Sebagian masyarakat Arab dahulu menganggap bulan ini membawa kesialan, namun Islam menghapus kepercayaan tersebut. Tidak ada keistimewaan ibadah khusus dalam bulan ini, tetapi umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak amal saleh.
3. Rabi'ul Awal (ربيع الأول)
Bulan ketiga dalam kalender Hijriah ini terkenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang terjadi pada tanggal 12 Rabi'ul Awal menurut sebagian besar ulama. Banyak umat Islam memperingatinya dengan Maulid Nabi.
4. Rabi'ul Akhir / Rabi'ul Tsani (ربيع الآخر / ربيع الثاني)
Bulan keempat, tidak terdapat ibadah khusus di dalamnya, tetapi tetap menjadi waktu yang baik untuk meningkatkan ketakwaan dan memperdalam ilmu agama.
5. Jumadil Ula (جمادى الأولى)
Bulan kelima ini masuk dalam musim kemarau dalam sistem penanggalan Arab kuno. Tidak ada peristiwa khusus, namun tetap menjadi bagian dari perjalanan spiritual tahunan umat Islam.
6. Jumadil Akhir / Jumadil Tsaniyah (جمادى الآخرة / جمادى الثانية)
Bulan keenam dalam Hijriah, mirip dengan bulan sebelumnya dalam hal ibadah. Banyak ulama menggunakannya untuk kajian dan pengajaran agama.
7. Rajab (رجب)
Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram. Di bulan ini umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, khususnya puasa sunnah. Rajab juga diyakini sebagai bulan terjadinya Isra’ dan Mi’raj.
8. Sya’ban (شعبان)
Sya’ban adalah bulan yang penuh berkah dan menjadi persiapan menuju Ramadhan. Rasulullah SAW banyak berpuasa di bulan ini. Malam Nisfu Sya’ban (pertengahan bulan) juga sering dijadikan momen untuk berdoa dan memohon ampunan.
9. Ramadhan (رمضان)
Ramadhan adalah bulan paling mulia dalam Islam. Di bulan ini, seluruh umat Muslim diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh. Terdapat pula malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.
10. Syawal (شوّال)
Syawal adalah bulan kemenangan setelah Ramadhan. Hari pertama Syawal dirayakan sebagai Hari Raya Idul Fitri. Umat Islam juga disunnahkan berpuasa enam hari di bulan ini (puasa Syawal).
11. Dzulqa’dah (ذو القعدة)
Dzulqa’dah termasuk bulan haram. Umat Islam dianjurkan untuk menjaga diri dari pertikaian dan memperbanyak amal saleh. Bulan ini juga menjadi masa persiapan haji bagi yang akan berangkat ke tanah suci.
12. Dzulhijjah (ذو الحجة)
Bulan terakhir dalam kalender Hijriah ini adalah bulan ibadah haji. Hari-hari penting seperti Hari Arafah (9 Dzulhijjah) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah) jatuh pada bulan ini. Umat Islam yang tidak berhaji dianjurkan berpuasa Arafah.
Memahami urutan bulan dalam kalender Hijriah penting untuk membantu umat Islam menyesuaikan waktu ibadah dan peristiwa keagamaan. Setiap bulan memiliki nilai dan keutamaannya masing-masing. Semoga dengan memahami hal ini, kita semakin semangat dalam memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah sepanjang tahun.
Kemasan 5 Liter…
kemasan per 1 Paket, isi 25 pcs (Hanya botol tanpa…
Kemasan 1 kg…
Kemasan 1 Kg…
Kemasan 500 Gram…
Kemasan 1 KG…
Kemasan per Dus…